Selasa, 14 Mei 2013

Sholawat Nariyah

FADILAH SHOLAWAT NARIYAH 

 

Sholawat Nariyah

    Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka.

 

 

     Artinya :Ya Alloh berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemtrah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-MU

  

     Sholawat Tafrijiyyah (sholawat memohon kelepasan dari kesusahan dan bencana) adalah antara sholawat yang terkenal diamalkan oleh para ulama kita. Sholawat ini juga dikenali sebagai Sholawat at-Tafrijiyyah al-Qurthubiyyah (dinisbahkan kepada Imam al-Qurthubi), dan ada juga ulama yang menisbahkannya kepada Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Imam al-Husain r.anhuma. Di negeri sebelah maghrib, ianya dikenali sebagai Sholawat an-Naariyah karena menjadi amalan mereka apabila ingin melaksanakan sesuatu hajat atau menolak sesuatu bencana, mereka akan berkumpul dan membaca sholawat ini 4444 kali lalu terkabul hajat mereka dan tertolak segala malapetaka secepat api yang menyambar atau membakar. Ianya juga dikenali sebagai Miftahul Kanzil Muhiith li naili muraadil ‘abiid (kunci perbendaharaan yang meliputi untuk menyampaikan harapan si hamba). Sholawat ini empunyai keistimewaannya kerana selain sholawat ianya merupakan tawassul kepada Allah dengan Junjungan Nabi s.a.w. di mana kita menyebut nama dan dhamir Junjungan s.a.w. sebanyak 8 kali.Menurut Imam al-Qurthubi siapa yang melazimi akan sholawat ini setiap hari 41 kali atau 100 kali atau lebih, nescaya Allah melepaskan kedukaan, kebimbangan dan kesusahannya, menyingkap penderitaan dan segala bahaya, memudahkan segala urusannya, menerangi sirnya, meninggikan kedudukannya, memperbaikkan keadaannya, meluaskan rezekinya, membuka baginya segala pintu kebajikan, kata-katanya dituruti, diamankan dari bencana setiap waktu dan dari kelaparan serta kefakiran, dicintai oleh segala manusia, dimakbulkan permintaannya. Akan tetapi untuk mencapai segala ini, seseorang itu hendaklah mengamalkan sholawat ini dengan mudaawamah (istiqomah).

 

     Imam as-Sanusi berkata bahawa siapa yang melazimi membacanya 11 kali setiap hari, maka seakan-akan rezekinya turun langsung dari langit dan dikeluarkan oleh bumi..

 

       Imam ad-Dainuri berkata bahawa sesiapa yang membaca sholawat ini dan menjadikannya wirid setiap selepas sholat 11 kali, nescaya tidak berkeputusan rezekinya, tercapai martabat yang tinggi dan kekuasaan yang mencukupi. Sesiapa yang mendawamkannya selepas sholat Subuh setiap hari 41 kali, tercapai maksudnya. Sesiapa yang mendawamkannya 100 kali setiap hari, terhasil kehendaknya dan memperolehi kehormatan/kemuliaan melebihi kehendaknya. Sesiapa yang mendawamkannya setiap hari menurut bilangan para rasul (313 kali) untuk menyingkap segala rahsia, maka dia akan menyaksikan segala apa yang dikehendakinya. Sesiapa yang mendawamkannya 1000 kali sehari, maka baginya segala yang tidak dapat hendak diterang dengan kata-kata, tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar dan tidak pernah terbetik di hati manusia.

 

      Imam al-Qurthubi juga berpesan bahawa sesiapa yang berkehendak untuk menghasilkan hajatnya yang besar atau menolak bencana yang menimpa, maka bacalah sholawat ini sebagai tawassul dengan Junjungan Nabi yang empunya akhlak yang agung 4,444 kali, nescaya Allah ta`ala akan menyampaikan kemahuan dan harapan itu atas niat si pembaca. Ibnu Hajar al-’Asqalani telah menyebut akan kelebihan bilangan ini sebagai iksir fi sababit ta`siir (pati ubat sebagai penyebab berlakunya kesan).

 

    Menurut kata ulama, sholawat ini adalah merupakan satu perbendaharaan daripada khazanah-khazanah Allah, dan bersholawat dengannya merupakan kunci-kunci pembuka segala khazanah-khazanah Allah yang dibukakan Allah bagi sesiapa yang mendawaminya serta dengannya seseorang boleh sampai kepada apa yang dikehendaki Allah s.w.t. Oleh itu silalah ikhwah semua merujuk kepada para ulama kita (ingat bukan ulama mereka kerana karang semuanya akan dibid`ahsesatkan) dan melihat akan karangan-karangan terdahulu seperti “Afdhalush Sholawat ‘ala Sayyidis Saadaat” karangan Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, “Jawahirul Mawhub” dan “Lam`atul Awrad” kedua-duanya karangan Tok Syaikh Wan ‘Ali Kutan al-Kelantani, “Khazinatul Asrar” shollu ‘alan Nabiy

 

      Sholawat Nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga.

 

     Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”
 

     “Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”      Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.
 

   Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.
 

     Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.


     Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.


     Inilah riwayat singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan sholawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran syekh.


       Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak.

11 komentar:

  1. Apakah riwayat syeikh nuriyah tersebut ada dlm kitab hadits .... Atau sekedar cerita entah berentah ....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau suatu amalan sudah cocok di hati (baca : Nafsu) maka tdk perlu dicari dalil atau sumbernya. Gitu kan?

      Hapus
    2. kalo amalan cuma cocok dihati individu saja,bisa dipastikan kiamat akan cepat datang.nauzubillah....

      Hapus
    3. @ Manzil => itu dibaca dong ada kitabnya,, "kok antah berantah..." lho tuh gurunya dari antah berantah,,
      @ majnun => itu yang ngomong ente,, ngomong kok seenak udel,,,
      @ herugi => udahlah dalilnya aja jelas,,, Allah dan malaikat bershalawat,,, terus ada perintah bagi org beriman untuk bersholawat ,,, ini mlah ribut kagak bener ,, payahhh,,, ngk selesai ngajinya itu ,,,

      Hapus
  2. Sebenarnya amalan itu jangan diperdebatkan selama rukun iman dan rukun islamnya sama so berarti kita sesama moeslim...

    karena umat muslim diindonesia dengan umat muslim di negara lain pun cara shalatnya ada yang berbeda beda tergantung dari guru mereka yang mengajarkannya, sehingga kita tidak usak memperdebatkan hal tersebut, selama bacaan syahadat kita sama berarti tidak ada yang namanya perbedaan,, karena Allah S.W.T maha mengetahui dari apa yang tidak diketahui oleh makhluknya.

    BalasHapus
  3. subahanallah allahuma solli ala saidina muhammad..qobiltu pak ustaz ijin mengamlkn?dn ijinkn saya yg awam iniberkomentar..dinamanya amaln sholawat itu walaupun berbeda tetap ditunjukan dn kehendaki oleh allah swt karena dngn bersholawat atas nabinya merupakn pahalah besar..allah akn ijabah doa kita intinya sholawat ntu semuah sama toh mendoakn nabi muhammad s.aw juga..insyah allah akn saya amalkn sholawat ini untk bekal nnti dunia walakhirat nnti...wassalm

    BalasHapus
  4. kenapa sih memperdebatkn amalan sholawat klw anda orng berimanya melebihi syech nariyah nah boleh protes
    kaburrrr ah gue hanya hambah allah yg miskin iman makanya gue embat sholawatnic hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyye,, shalawatan yg banyak aje deh,,, Shallu alan Nabiy Muhammad SAW.. :)

      Hapus
  5. Coba berfikir jernih... Dalam hal beribadah harus jelas tuntunannya.. Quran dan Sunah... Tanpa tuntunan jelas dan shahih.. Jelas amal ibadah kita akan tertolak...coba cari siapa syekh nariyah ?.. Apa betul hidup di jaman Rassul ?.. Kenapa hanya nariyah yg bergelar syekh ?.. Kenapa abu bakar, Umar, usman dan ali tidak bergelar syekh ?.. Padahal ke 4 org tersebut sahabat nabi... Ada kejanggalan ketikan Syekh nariyah membaca 4444 kali salawat terus minta dimasukan ke surga bareng nabi...dan nabi menyetujuinya.. Sementara sahabat Ƴ∂Ϟƍ lain meminta hal yg sama tapi tidak dipenuhi oleh nabi.. Koq aneh ♈ªª .. Nabi koq pilih kasih ♈ªª ?.. Bukankah nabi orang Ƴ∂Ϟƍ paling adil....kesimpulan saya... Salawat Nariyah bukan dari masa Nabi... Tp kaerangan orang Ƴ∂Ϟƍ bernama Nariyah.. Ƴ∂Ϟƍ menurut saya mengandung kata2 kesyirikan... Tidak layak untuk diamalkan... Sedangkan Rasulullah..telah mencontohkan salawat Ƴ∂Ϟƍ benar adalah Allohuma Solli ala Muhammad.. Waala ali Muhammad..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut kamu emang lbh tinggi syekh gitu,,?
      dimana letak tidak adailnya? aneh...
      dimana letak kesyirikannya,,? aneh,,,

      Hapus